Senin, 01 Agustus 2011

Zona Selatan


Deskripsi Umum
Zona selatan Jawa Tengah terbentuk oleh proses pengangkatan. Pada zona ini terdapat bentanglahan Struktural dan Solusional. Bentanglahan Struktural terdapat pada Perbukitan Baturagung di piyungan dan Kambengan di Wonogiri. Sedangkan bentanglahan Solusional terdapat pada Perbukitan Karst di daerah Wonigiri dan Gunung Kidul. Pada Zona ini juga terdapat zona peralihan antara zona selatan Jawa Tengah dengan zona tengah Jawa Tengah yaitu Zona Transisi yang didominasi bentukan Intrusi Diorit pada Gunung Tenong di Wonogiri.
Deskripsi umum dari daerah ini bisa dikatakan bahwa daerah ini merupakan daerah patahan dan karst. Patahan yang terjadi disebabkan oleh pengangkatan daerah zona selatan yang memiliki jenis batuan yang  umurnya sudah sangat tua sehingga batuan tersebut sudah tidak kompak hingga menyebabkan patahan ketika terjadi tekanan yang disebabkan oleh subdaksi lempeng. sedangkan daerah karst terbentuk pada daerah yang berdekatan dengan pantai. Karst yang berkembang pada derah zona selatan Jawa Tengah ini adalah kegel karst yang berbentuk seperti bukit bukit kecil. Sedangkan diantara Perbukitan patahan dan perbukitan karst terbentuk sebuah cekungan atau basin yang menyebabkan daerah tersebut subur dengan pasokan air yang tinggi karena merupakan sebuah cekungan.
Daerah pada zona selatan merupakan daerah yang memiliki sumberdaya alam yang terbatas. Sumberdaya alam mengasosiasikan keberadaan manusia secara langsung. Manusia akan menghuni daerah yang memiliki sumberdaya alam yang cukup. Keberadaan sumberdaya alam adalah salah satu cara manusia untuk mempertahankan hidupnya. Dari faktor tersebut secara kependudukannya kawasan pada zona ini memiliki tingkat kepadatan yang sangat rendah dengan persebaran yang cenderung mengelompok pada daerah-daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam seperti air.
Struktur penduduk pada zona selatan didominasi oleh usia muda dan usia tua, usia produktif pergi dari daerah asal mereka menuju daerah yang memiliki lapang pekerjaan yang luas. Kondisi tersebut mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia. Penduduk yang memiliki pendidikan tinggi cenderung meninggalkan daerah asalnya menjadi kaum urbanit.
Potensi sumberdaya alam yang rendah berdampak pada segi ekonomi. Pada Zona Selatan nilai jual lahan sangat rendah, penduduk biasanya menggunakan lahan mereka dalam sektor pertanian maupun perkebunan. Sekotr pertanian juga memiliki keterbatasan karena sumberdaya air yang sulit menyebabkan lahan menjadi kering. Pertanian pada daerah ini cenderung kepada lahan kering seperti tegalan dan sawah tadah hujan. Sedangkan perkebunan penduduk pada zona ini umumnya menanam pohon jati ataupun ketela. Lahan pada daerah ini pengolahannya terbatas hanya pada saat musim penghujan sedangkan pada saat musim kemarau penduduk cenderung mengurus ternaknya. Sumberdaya alam satu-satunya yang memiliki potensi yang cukup tinggi adalah batuan gamping, dolomit dan tuf. Namun penduduk tidak dapat mendapatkan dan mengolah secara langsung namun penduduk bekerja sebagai buruh pada industri-industri tambang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar